Ciptakan Konsumen (Create New Costumer) #10
4 Hal untuk menciptakan konsumen baru:
- Distribution
- Brand Activation
- Marketing Communication
- Selling
Distribution
Goal : Ketersediaan BarangMembuat Orang bisa mengakses
Brand Activation
Goal : AwarenessMembuat Orang Tau
3 RULES OF COPYWRITING
Sebelum kita belajar lebih jauh mengenai COPYWRITING, kita terlebih dahulu harus tahu RULESnya agar kita mengetahui sampai dimana kita melangkah.
Inilah 3 Rules Copywriting yang WAJIB Anda ketahui:
RULES #1 : Fokus Pada GOAL bukan pada KONTEN
GOAL = Traffik, List, Konversi, Buyer, Recurring
Kenapa GOAL selalu jadi yang utama setiap Anda merencanakan sesuatu?
Ya, karena GOAL itulah yang membuat kita bergerak. Jadi tentukan dulu GOAL Anda sebelum mempelajari Copywriting.
GOAL yang akan Anda tentukan disini adalah GOAL yang berkaitan dengan Traffik, List, Konversi, dan Recurring
Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan:
1. Tentukan GOAL Bisnis Anda, jangka pendek, menengah dan jangka panjang?
- Tentukan Dimana dan berapa Traffik yang akan Anda dapatkan?
- Tentukan berapa list akan akan dapatkan dari traffik tersebut?
- Tetapkan berapa banyak konversi dari promosi ke List Anda?
- Tentukan berapa banyak yang menjadi buyer dari konversi list Anda?
- Terakhir tentukan persentase orang yang yang recurring atau pembelian dengan transaksi yang sama dari produk Anda?
2. Apa alasan kuat Anda dibelakang GOAL – GOAL tersebut?
- Ingin membeli rumah (awalnya ngontrak)
- Ingin mengumrohkan atau menghajikan orang tua
- Ingin membeli mobil baru
- Ingin menyekolahkan ke sekolah favorit
- Ingin…….
3. Reward atau penghargaan apa yang akan Anda dapat jika berhasil mencapai GOAL?
- Mengajak makan bersama keluarga di cafe atau restoran
- Syukuran dengan anak-anak panti asuhan
- Sedekah lebih sering dan lebih banyak
- (Silahkan Pikirkan….)
4. Punishment atau hukuman apa yang akan Anda dapat jika tidak berhasil mencapat GOAL Anda?
- Pegang spanduk di pinggir jalan yang bertuliskan “Bulan ini Saya tidak mencapai target omset 100juta, mohon doanya agar bulan depan bisa tembus omset 100juta”, aamiin..
- bangun lebih pagi, bekerja lebih giat dan tambah waktu kerja
- Ibadah wajib lebih tepat waktu dan sunnah di rutinkan
- (Silahkan Pikirkan….)
RULES #2 : Berdasarkan Customer Persona, Bukan Atas Maunya Kita
Customer Persona sangat penting dalam sebuah bisnis atau usaha yang sedang Anda jalankan. Kenapa? Karena jika Anda sudah mengetahui Customer Persona dari bisnis Anda akan sangat membantu sekali dalam membuat copywriting yang powerfull sehingga bisa mendapatkan konversi yang tinggi.
Kita akan bahas lebih mendalam tentang Customer Persona pada modul berikutnya.
RULES #3 : Tidak Hanya Asal Jadi, Tapi Juga Harus Ada Interaksi
Apakah aktifitas copywriting itu hanya cukup menulis naskah iklan lalu di publish, selesai?
Tentu tidak sampai disitu, ada yang lebih penting dari itu semua yaitu membangun interaksi dengan calon customer.
Interaksi berguna untuk membangun kedekatan. Ingat! No Raport No Sales, Jika tidak dekat maka tidak akan ada penjualan.
Maka dari itu bangunlah kedekatan dengan calon pembeli yaitu dengan cara memberikan like terhadap komentar dari orang yang merespon iklan Anda, membalas komentar mereka, dan yang terpenting adalah after sales, karena ini yang sering orang lupa.
Itulah 3 RULES yang harus Anda pahami betul-betul sebagai langkah awal Anda mulai mentoring online ini. Materi selanjutnya Anda akan belajar tentang Customer Persona, dan ini bakal sangat menarik.
Namun, sebelum membaca modul selanjutnya, pastikan Anda mengerjakan tugas dalam Materi pertama ini dengan sungguh-sungguh. Silakan jawab pertanyaan-pertanyan pada RULES #1. Semakin detail, maka hasilnya akan semakin bagus.
Marketing Communication
Goal : Market ShareMembuat Orang Datang
CUSTOMER PERSONA
Saya punya prinsip bahwa setiap produk ada jodohnya, artinya setiap produk punya target market yang berbeda. Target market memiliki kekuatan 10x lipat dibanding copywriting. Produk yang dipromosikan pada target market yang tepat bakal LARIS meski copywritingnya acak-acakan. Ini pernah terjadi pada klien saya saat jualan hijab. Dia sering sekali Broadcast di BBM dengan iklan tanpa mengikuti kaidah copywriting. Saat saya tanya penjualannya, spontan dia jawab 5 juta/hari.
Wow!
Kali ini kita akan belajar bagaimana mencari Customer Persona, yang berarti Anda mencari HIPOTESIS tentang karakter target market dari Produk yang Anda jual, khususnya mengenai faktor manusia mulai dari:
- Gambaran demografi (Jenis Kelamin, Usia, Pekerjaan dan Penghasilan)
- Apa saja keinginan mereka? Apa masalah yang bisa diselesaikan dengan hadirnya produk Anda?
- Apa saja yang mereka khawatirkan?
- Kemana mereka mencari informasi yang mereka percaya?
- Dimana mereka berkumpul? ONLINE seperti di Grup Facebook, WA, BBM, LINE atau Telegram), kalau OFFLINE seperti arisan, komunitas, club, atau organisasi?
- Bagaimana pola pembelian target market Anda? (Beli lewat SMS, BBM, WA, LINE atau Webiste)
[PRINSIP] Setiap Produk Punya PERSONA BERBEDA dan STRATEGI JUALAN YANG BERBEDA
Dengan mengetahui customer persona setiap produk, maka strategi yang saya gunakan untuk promosi juga berbeda. Hal ini
pula yang harus Anda lalukan, temukan customer persona setiap produk Anda. Bayangkan… ketika Anda punya target
market yang tepat dan mahir copywriting, DIJAMIN rekening Anda bakalan BENGKAK! kiki emoticon
Jawaban dari Hipotesis tentang Prospek Anda tersebut akan menjadi Landasan Anda dalam merumuskan secara tepat siapa
yang akan Anda jadikan target dan isi copywriting.
Saat si Prospek membaca Copywriting Anda, mereka akan SELALU berpikir “Apakah produk atau jasa ini sesuai dengan
kebutuhan saya?”
Jadi, Anda tidak menjual dengan cara yang sama ke setiap orang karena setiap orang punya karakter yang berbeda. Paham
kan?
Selanjutnya, agar Anda makin PAHAM dengan karakteristik TARGET MARKET produk Anda, saya berikan Customer
Persona Cheklist. Silahkan siapkan alat tulis Anda atau apapun yang bisa digunakan untuk mencatat, Ready?
Inilah Cheklistnya:
1. Buat Daftar Nama Prospek (Database)
- Nama Lengkap
- Alamat lengkap
- Alamat Sosmed (FB, Twitter, Instagram, atau Website)
- No HP/ WA, Pin BB, LINE@
- Foto
2. Buat Informasi Latar Belakang Prospek
- Usia
- Gender
- Pekerjaan
- Pendidikan
- Lokasi/Alamat
- Hubungan
- Pengalaman Kerja
3. Dimanakah menemukan mereka atau prospek Anda?
- Media Sosial : Facebook, Twitter, G+, Path, Instagram, LINE, dll.
- Forum, Komunitas, Paguyuban, Perkumpulan, dll.
- Reuni TK, SD, SMP, Kuliah, dll.
Setelah menentukan Custumer Persona Anda lalu buatlah daftar untuk Spesifikasi Produk Anda:
4. Tuliskan 7 Alasan Kenapa Orang lain HARUS BELI produk Anda
- Lebih Mudah… ?
- Lebih Cepat… ?
- Lebih Eksklusif… ?
- Lebih Variatif… ?
- Lebih Murah… ?
- Lebih Tahan Lama… ?
- Lebih Enak… ?
- Lebih ….? (Silahkan Pikirkan!)
5. Tuliskan Alasan-Alasan Kenapa Mereka HARUS PERCAYA kepada Anda
- Tersertifikasi… ?
- Testimoni… ?
- Endorsement… ?
- Bukti… ?
- Garansi… ?
- Sudah terbukti… ?
- Kedekatan… ?
- Direkomendasikan oleh… ?
- ….? (Silahkan Pikirkan!)
6. Tuliskan 7 Alasan Kenapa Orang lain TIDAK BELI produk Anda
- Kualitasnya jelek… ?
- Harganya mahal… ?
- Sulit didapat… ?
- Servicenya buruk… ?
- Rasanya tidak enak… ?
- Pelayanannya Lama… ?
- Tidak tahu… ?
- ….? (Silahkan Pikirkan!)
7. Tuliskan Bagaimana Caranya agar Mereka Bisa Langsung Merespon Penawaran Anda
- KASIH HADIAH… ?
- PROMO GRATIS… ?
- BERIKAN BONUS… ?
- GUNAKAN DISKON… ?
- ….? (Silahkan Pikirkan!)
Selling
Goal : Menghasilkan Omset
Membuat Orang Membeli
Advertorial terdiri dari dua kata, yakni advertising dan editorial. Advertising mengandung makna upaya persuasif untuk menggaet konsumen. Sedangkan editorial merupakan suara atau opini resmi dari redaksi. So, advertorial adalah upaya promosi atau iklan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan pendekatan jurnalistik.
Apa isinya? Isinya bisa berupa aktivitas perusahaan, produk, layanan, hingga nilai-nilai yang diusung perusahaan.
Terkait produk, biasanya advertorial mengusung soft selling. Di sini, biasanya tak disebut harga secara vulgar, tapi lebih mengedepankan soal fungsionalitas, kelebihan, dan benefit untuk konsumen.
All u can eat atau yang populer dengan AUCE merupakan cara menarik konsumen yang hanya bisa dilakukan oleh para pemilik restoran atau rumah makan. Simpelnya, restoran menetapkan satu harga tertentu dan untuk sekali bayar agar konsumen bisa menikmati semua jenis makanan dan minuman yang tersaji di restoran itu.
Secara penyajian, biasanya berbentuk buffet atau prasmanan. Harga penawaran all u can eat biasanya lebih mahak dari pada umumnya. Kadang, resto menambah iming-iming dengan menyediakan diskon untuk anak-anak di bawah lima tahun. Tapi, jangan kamu protes bila restoran ini tak menyertakan minuman dalam penawaran all u can eat.
Lelang merupakan strategi meningkatkan penjualan yang mana para pembeli berkesempatan menawarkan harga dan penawar harga tertinggi akan mendapatkan barang yang dilelang.
Untuk barang bernilai seni biasanya penawarannya selangit. Barang yang dilelang biasanya terbatas atau limited edition. Dengan ini, orang yang berhasil mendapatkan barang yang dilelang punya rasa kebanggaan. Saat ini, lelang biasa dilakukan oleh para pemain e-commerce. Ada pula merek yang melakukan lelang untuk produk spesialnya, seperti produk ke-100, ke-1.000, dan sebagainya.
Apakah kamu pernah ditawari pembayaran model balloon payment oleh sales mobil atau properti? Lalu, kamu bertanya-tanya apakah ini? Ini merupakan cara pembayaran kredit yang menerapkan model pembayaran ringan di depan dan pelunasan di belakang.
Detailnya, nilai yang harus dicicil konsumen dibagi menjadi dua, 50% 50%. Konsumen menyicil 50% pertama saja untuk masa tenor tertentu dengan bunga yang berlaku saat itu. Sisanya, konsumen diberi pilihan, apakah akan bayar secara tunai atau kembali menyicil dengan tenor tertentu pula dan bunga yang berlaku saat itu.
Memberikan iming-iming berupa kupon, voucer, atau sejenisnya juga menjadi cara yang sering dipakai para penjual. Kupon potongan harga bisa beragam bentuknya. Ada yang untuk pembelian berikutnya di toko yang sama, bisa juga untuk produk tertentu, atau belanja di supermarket tertentu.
Intinya, pemberian ini bisa menjadi jalan bagi penjual untuk memanjakan konsumen.
Siapa yang tidak senang mendapatkan bonus? Semua orang pasti menyukainya. Tak heran, bonus menjadi salah satu taktik andalan untuk menarik konsumen. Meski nilai dari bonus yang diberikan tidak seberapa, tetap saja ia menjadi daya tarik tersendiri. Katakanlah, beli deterjen dapat piring cantik. Sudah dipastikan para ibu rumah tangga menyukainya.
Selain itu, bonus juga bisa menjadi sarana untuk membangun loyalitas pelanggan.
Selanjutnya Cari dan Temukan “HOT BUTTON” Prospek:
- Apa saja KEKHAWATIRAN mereka?
- Apa yang paling DIINGINKAN Prospek?
- Apa yang paling DITAKUTKAN Prospek?
- Apa MIMPI Prospek yang Ingin Anda bantu?
- Apa KEBUTUHAN Prospek yang ingin Anda penuhi?
- Apa MASALAH Prospek yang ingin Anda selesaikan?
Setelah Anda menjawab semua pertanyaan diatas, secara tidak langsung Anda juga telah membuat copywritingnya, AHA!
Sayangnya sebagian besar melewatkan proses ini dan ingin langsung membuat copywriting. Mereka sering bilang, Ribet, Gak Penting, Habis-habisin waktu dan segudang alasan lainnya.
Padahal dengan menjawab setiap pertanyaan dengan detail, maka alam bawah sadar Anda akan terlatih dalam menganalisa kekuatan dan kelemahan suatu produk sehingga dapat memebuat copywriting yang tepat dan cepat. Itulah yang saya rasakah sekarang. Ini Rahasia Saya dapat membuat copywriting dengan cepat!
So, Jangan hanya dibaca, segera tulis dan jawab pertanyaannya!
INGAT! Jangan Lanjutkan modul berikutnya, sebelum Anda menyelesaikan modul ini. Pastikan Anda sudah benar-benar membuat customer persona untuk produk-produk di bisnis Anda!
100 ide promosi penjualan
Apa isinya? Isinya bisa berupa aktivitas perusahaan, produk, layanan, hingga nilai-nilai yang diusung perusahaan.
Terkait produk, biasanya advertorial mengusung soft selling. Di sini, biasanya tak disebut harga secara vulgar, tapi lebih mengedepankan soal fungsionalitas, kelebihan, dan benefit untuk konsumen.
Secara penyajian, biasanya berbentuk buffet atau prasmanan. Harga penawaran all u can eat biasanya lebih mahak dari pada umumnya. Kadang, resto menambah iming-iming dengan menyediakan diskon untuk anak-anak di bawah lima tahun. Tapi, jangan kamu protes bila restoran ini tak menyertakan minuman dalam penawaran all u can eat.
Untuk barang bernilai seni biasanya penawarannya selangit. Barang yang dilelang biasanya terbatas atau limited edition. Dengan ini, orang yang berhasil mendapatkan barang yang dilelang punya rasa kebanggaan. Saat ini, lelang biasa dilakukan oleh para pemain e-commerce. Ada pula merek yang melakukan lelang untuk produk spesialnya, seperti produk ke-100, ke-1.000, dan sebagainya.
Detailnya, nilai yang harus dicicil konsumen dibagi menjadi dua, 50% 50%. Konsumen menyicil 50% pertama saja untuk masa tenor tertentu dengan bunga yang berlaku saat itu. Sisanya, konsumen diberi pilihan, apakah akan bayar secara tunai atau kembali menyicil dengan tenor tertentu pula dan bunga yang berlaku saat itu.
Intinya, pemberian ini bisa menjadi jalan bagi penjual untuk memanjakan konsumen.
Selain itu, bonus juga bisa menjadi sarana untuk membangun loyalitas pelanggan.
Tujuannya untuk meningkatkan penjualan sekaligus menghemat bujet promosi. Konsumen pun senang dengan harga lebih murah ini. Belum lagi kalau mereka memeroleh bonus lainnya
Pada sisi konsumen, secara otomatis terseleksi hanya untuk mereka yabg membutuhkan dua item produk. Namun, dapat diakali dengan mengajak teman untuk patungan. Toh, nominal yang dikeluarkan masih lebih rendah bila beli satu item saja.
Cara ini, sebenarnya untuk mengakali aturan yang mewajibkan nilai DP harus sekian puluh persen dari harga. Namun, cicilan bertahap ini bisa juga diterapkan untuk harga produk itu, bukan untuk DP saja.
Bagi penjual, cicilan DP ini bisa mengikat pembeli. Konsumen senang karena bisa mengatur cash flow-nya. Konsumen tak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar seketika.
Cashback merupakan variasi dari strategi pemasaran untuk menggaet lebih banyak pengguna selain potongan harga/diskon dan bonus. Jika diskon memberikan potongan harga di awal langsung saat pembelian, hadiah tunai atau poin dari cashback dapat memberikan potongan harga pada saat pembeli melakukan pembelian selanjutnya.
Pada awalnya, istilah cashback sering ditemukan saat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Ketika pengguna melakukan transaksi dengan kartu kredit yang dimilikinya, dia akan mendapatkan hadiah poin sebesar sekian persen. Setelah terakumulasi dalam jumlah tertentu, poin tersebut dapat digunakan kembali untuk melakukan transaksi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Seiring dengan berkembangannya transaksi jual beli online, skema cashback kian hari juga semakin populer. Banyak pelaku industri digital menawarkan cashback untuk setiap pembelian barang atau jasa. Hal ini tentunya memberikan banyak keuntungan terutama pada sisi konsumen.
Apakah penjual rugi? Tentu tidak karena sudah pasti harga yang ditetapkan sudah dihitung. Selain itu, ketika melakukan jual habis dengan diskon besar ini biasanya penjual sedang mengejar poin dari distributor atau prinsipal. Pembeli pun untung bisa mendapat produk dengan harga miring.
Aliansi ini bisa membuahkan produk atau layanan dengan perpaduan kedua nama brand. Untuk menentukan siapa yang menjadi header brand, pemain harus melihat kecocokan kategori produk brand dengan kategori produk yang di-cobranding.
Misalnya, diskon 61% untuk berbagai produk di ulang tahun BCA yang ke-61.
Teknik ini dapat menarik calon konsumen untuk selalu menunggu momen ulang tahun di setiap tahun. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kesetiaan konsumen pada brand
Hal yang sama juga bisa dilakukan brand dalam memperlakukan konsumennya. Ini juga bisa menjadi bahan utama menyusun ide sales yang kreatif.
Mungkin Anda masih ingat ketika Burger King dan Wings Stop memberikan diskon khusus bagi konsumen yang memiliki nama tertentu, seperti Anto, Budi, Wati, dan sebagainya?
Produsen senang jualannya laku dan unik. Konsumen juga senang sekaligus berpotensi loyal.
Tak hanya itu, ketepatan dalam memilih endorser agar cocok dengan identitas brand juga penting. Jangan terjebak pada endorser yang cuma memiliki banyak follower tetapi tidak cocok dengan karakteristik brand tersebut.


