Kulwa 1 - Perbesar Kapasitas
Kuliah WhatsApp 1 Kandidat OYC 4
Pemateri :
Coach Ridwan Abadi Owner Sinergi Business Solution, Founder Sekolah Bisnis BOS, Founder Komunitas SBC, Founder Metode BRM
Tanggal : 09 Maret 2020
Waktu : 20.00 - 21.30
Contoh, seandainya si Budi adalah seorang office boy, gajinya pasti standart office boy. Ada manager yang bernama Andi sama-sama kerja ditempat yang sama, gajinya juga standart manager. Kira-kira kalau Budi disuruh jadi manager bisa gak? Kemungkinan besar tidak bisa karena kapasitasnya mungkin belum mampu. Tapi kalau Andi yang diturunkan pangkatnya menjadi office boy kira-kira bisa kerja tidak ya? Jawaban saya kemungkinan besar bisa, karena kapasitasnya sudah melebihi seorang office boy. Dan seandainya Andi mulai karir dari bawah lagi, dia akan cepat menjadi manager lagi karena kapasitas dia adalah sebagai manager. Itulah yang namanya kapasitas.
Jadi kuncinya jangan permasalahkan uang/rizki yang kita terima tapi mari perbesar kapasitas kita. Kalau uangnya belum banyak, jangan salahkan bisnisnya, tapi perbesar kapasitasnya. Bisnis Anda mungkin tidak bermasalah, tapi kapasitas Anda mungkin yang perlu diperbesar. Jadi jangan fokus seberapa besar uang yang didapat, tapi fokuslah untuk perbesar kapasitas.
Saya mencoba membuat rumus untuk mengukur kapasitas manusia. Semoga dengan rumus dan ilustrasi yang saya buat semoga sahabat sekalian bisa memahami prinsip SUKSES ADALAH KAPASITAS.
Kata kapasitas juga bisa bermakana Volume. Dan kita sering mendengan kata ini dalam ilmu matematika atau fisika. Jika kapasitas ini kita umpamakan sebuah benda, saya mencoba membaginya kedalam beberapa lapisan untuk lebih mudah memahaminya.
Di lapis pertama kapasitas ini kita akan membahas Dimensi Kapasitas Manusia. Dalam ilmu fisika, kapasitas sering diistilahkan volume. Dan rumus untuk menghitung volume : P x L x T. Anggaplah kapasitas dimensinya P x L x T. Ada sumbu Panjang, ada sumbu Lebar, ada sumbu Tinggi. Nah ini pertanyaannya, seberapa besar kapasitas kita? Kita lihat disini, Panjang, lebar dan tinggi itu apa?
Saya menterjemahkan manusia memiliki 3 dimensi kehidupan. Mind (pikiran), body (raga) dan soul (jiwa). Maka saya menterjemahkan dalam rumus kapasitas manusia bahwa panjang itu simbol pikiran kita, lebar simbol raga kita dan tinggi simbol jiwa kita.
Simbol yang pertama yaitu (P) panjang yang melambangkan pikiran. Yang membedakan manusia dengan binatang dan tumbuhan sebagai makhluk adalah kita memiliki akal. Di dimensi ini tersimpan yang namanya kecerdasan, dan kecerdasan seseorang akan membedakan kapasitas satu dengan yang lainnya. Untuk memperbesar kapasitas maka pikiran kita harus (p) Panjang.
Yang kedua simbol (L) lebar yang melambangkan raga. Dimensi raga ini adalah yang bisa dilihat secara fisik, yang kelihatan. Dalam raga inilah kita memiliki panca indra, tempatnya tindakan. Dan tindakan/action seseorang juga bisa membedakan kapasitas satu dengan yang lainnya. Untuk memperbesar kapasitas maka tindakan/action kita harus (L) Lebar.
Yang ketiga adalah simbol (T) tinggi yang melambangkan Jiwa. Keyakinan saya jiwa itu gak akan pernah lekang, gak akan pernah tua. Jiwa/Ruh kita sudah ada dari jaman dulu sampai kita mati, sampai kehidupan selanjutnya nanti itu ada, bahkan sebelum kita lahir sudah ada. Jiwa/Ruh kita sudah melewati beberapa masa / alam. Alam yang pertama adalah alam ruh, kedua alam kandungan, ketiga dunia, keempat alam kubur, kita mati dan akhirnya dihidupkan kembali di alam barzah atau alam akhirat, dan itu kekal. Namanya jiwa itu tidak akan mati. Dan dalam jiwa ini tempatnya keyakinan atau keimanan yang juga akan membedakan kapasitas manusia satu dengan yang lainnya.Untuk memperbesar kapasitas maka Iman/Keyakinan kita harus (T) Tinggi.
Ketiga dimensi ini butuh makan, masalahnya terkadang kita tidak memberi proporsi yang seimbang. Raga kita butuh makan sehari 2-3 kali, jika tidak dipenuhi pasti keroncongan,hehehe. Dan jika diberi makan yang sudah basi bisa sakit. Apalagi jika diberi makan racun, bisa mati raga kita. Begitu pula dengan pikiran. Pikiran kita juga butuh makan, tapi makanannya berbeda. Bukan lauk pauk seperti makanan raga kita setiap hari, makanan pikiran kita adalah ilmu. Oleh karena itu belajar hal-hal baru itu mutlak kita butuhkan, karena pikiran kita butuh makan.
Seperti raga, jika yang kita pelajari adalah ilmu yang sudah basi atau kurang baik maka pikiran kita juga bisa sakit. Apalagi jika kita beri ilmu yang negatif atau sesat, seperti racun maka pikiran kita juga bisa mati. Dan yang ketiga jiwa. Tidak jauh berbeda dengan raga dan pikiran, jiwa kita juga butuh makan. Apa ya makanan untuk jiwa? Makanannya adalah ibadah, spiritualitas. Jika kita jarang beribadah jiwa kita juga bisa sakit, apalagi jika tidak pernah beribadah, bisa mati jiwa kita. Untuk itu, ketiga dimensi diri kita, haruslah seimbang memberi makannya.
Masih ada kerja yang kedua. yaitu kerja cerdas dengan mengoptimalkan dimensi pikiran. Tidak cukup kerja keras saja, kita juga harus terus belajar agar tidak hanya menggunakan otot tapi juga menggunakan otak kita. Dan biasanya kerja cerdas lebih dihargai daripada kerja keras. Yuk terus belajar agar seimbang kerja keras kita dan kerja cerdas kita.
Tapi itu juga belum cukup sebenarnya dalam teori kapasitas, ada kerja yang ketiga yaitu kerja beruntung. Yes, kerja beruntung. Dengan mengoptimalkan dimensi ketiga yaitu jiwa yang didalamnya terdapat keimanan, kita bisa melengkapi kerja keras dan kerja cerdas dengan kerja beruntung. Keberuntungan seolah adalah hal yang tidak masuk akal, dan memang tidak masuk akal. Namanya saja beruntung, hehehe. Dan keberuntungan itu bisa diciptakan, berulangkali di Al Quran disebutkan tentang keberuntungan. Jika kita kerja melibatkan Tuhan, maka Insya Allah keberuntungan akan menyertai kita, oleh karena itu butuh keimanan yang tinggi. Saya menyaksikan sendiri di beberapa perusahaan coachee saya dimana mereka benar-benar mendapatkan keberuntungan dengan mengoptimalkan sumbu keimanan mereka kepada Allah.
Nah sekarang anda evaluasi, apakah anda sudah optimal di ketiga kerja ini atau masih ada satu atau dua kerja yang belum anda optimalkan. Yuk mulai memperbesar kapasitas kita dengan menyeimbangkan ketiga jenis kerja ini, kerja keras, kerja cerdas dan kerja beruntung.
Nah bedanya kapasitas OB dengan Manager di perusahaan tadi juga bisa dilihat dari sini. Dari segi pikiran dan kecerdasan antara OB dan manager pasti beda sehingga kapasitasnya berbeda dan rizkinya pun mengikuti. Di lapis ketiga kapasitas manusia ini kita akan membahas syarat untuk memperbesar kapasitas manusia . Syarat untuk memperbear kapasitas maka ketiga sumbu kapasitas harus diperluas.
Sumbu Pertama adalah Pikiran. Pikiran adalah tempatnya ilmu dan tempatnya strategi. Jadi untuk memperbesar kapasitas kita, perlu ditingkatkan ilmu dan strategi yang kita miliki. Akan tetapi Jika kita hanya punya ilmu dan strategy apa kita bisa sukses? Mungkin bisa tetapi tidak optimal. Oleh karena itu kita butuh 2 sumbu lainnya, dan syaratnya untuk memperbesar kapasitas keilmuan kita dan agar menjadi lebih cerdas adalah “Open Mind” pikiran yang terbuka. Ibarat gelas, jika kita tutup atau penuh, maka sudah tidak mungkin diisi lagi. Maka harus dibuka dan dikosongkan agar bisa diisi. Kebanyakan masalah mereka yang tidak bisa memperbesar kapasitas adalah gelasnya ditutup atau tidak open mind, merasa sudah tau dan berilmu. Jadi penting untuk terus belajar, kewajiban belajar kita dari buaian sampai liang lahat.
Sumbu yang kedua adalah raga. Raga adalah tempatnya amal atau tindakan. Sebanyak apapun ilmu yang kita miliki jika tidak diamalkan rasanya kok sia-sia. Dan untuk memperbesar kapasitas kita maka harus ditingkatkan lagi tindakan/action kita. Sering kali kita terjebak dalam pengetahuan kita, semakin banyak tau malah semakin takut dan semakin ribet, kehilangan keberanian dan simplicity. Harusnya semakin banyak tau kita harus semakin bisa menyederhanakan. Karena indikasi seseorang tau adalah bisa menjelaskan dengan sederhana. Nah, jika sudah sederhana pasti tindakannya juga akan efektif. Terutama teman-teman yang dominan otak kirinya, biasanya agak lemah dalam hal action. Terlalu banyak mikir dan strategi. Anda harus belajar untuk menerima ketidaksempurnaan, dan mulailah langkah-langkah kecil meski awalnya tidak sempurna. Karena sempurna adalah proses. Dan untuk bisa beramal/action syaratnya fisiknya harus sehat. Oleh karena itu penting sekali anda menjaga kesehatan. Sering kali kita terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga kita melupakan urusan kesehatan. Apalah gunanya banyak uang jika kita sakit dan tidak bisa menikmatinya. Yuk perbanyak olahraga, makan makanan yang sehat dan seimbangkan hidup kita.
Sumbu yang ketiga adalah jiwa. Jiwa adalah tempatnya iman, tempatnya keyakinan. Meski kita sudah banyak ilmu dan banyak bertindak/action tapi jika kita tidak yakin maka hasilnya tidak akan optimal. Karena hanya dengan keyakinan kita akan bertindak dan berpikir besar. Hanya dengan keimanan yang tinggi kita akan yakin dengan apa yang kita rencanakan dan berani bertindak untuk mencapainya.
Tanpa iman kita hanya akan jalan ditempat. Dan sebaik-baiknya keyakinan atau iman adalah keyakinan atau iman yang digantungkan ke yang Maha Tinggi, yaitu Allah. Dan untuk memiliki keimanan dan keyakinan syaratnya menurut saya adalah mendapat hidayah. Dan hidayah ini adalah urusan Allah bukan urusan manusia. Tidak ada manusia yang bisa memberikan hidayah kepada seseorang, manusia hanyalah perantaranya saja. Saya juga tidak bisa memberi hidayah kepada anda, hanya Allah yang mampu. Siapa yang dipilih Allah untuk diberi hidayah kita tidak bisa menentukan. Sama belajarnya, sama gurunya, sama tindakannya kok bisa beda hasilnya, ya itulah uniknya hidayah. Perbanyaklah doa dan ibadah agar kita dipilih oleh Allah untuk dibukakan hatinya dan diberi hidayah didalamnya serta diberi keyakinan yang benar dalam jiwa kita.
Jadi syarat memperbesar kapasitas adalah menyeimbangkan ketiga sumbu dengan membuka pikiran kita agar kita bisa memiliki ilmu dan strategi, menjaga kesehatan raga kita agar kita terus bisa Action/bertindak serta memperbanyak doa dan ibadah agar diberikan hidayah oleh Allah sehingga kita memiliki keyakinan dan keberanian yang benar.
[20:44, 3/9/2020] Ridwan Abadi: itu 3 lapisan dari 7 lapis kapasitas...
masih panjang ya.
akan kita bahas next time ya
[20:45, 3/9/2020] Ridwan Abadi: sementara kita bahas dan fahami dulu 3 lapisan ini
[20:45, 3/9/2020] Ridwan Abadi: jadi jika kita ingin sukses, perbesarlah kapasitas
[20:45, 3/9/2020] Ridwan Abadi: terus tingkatkan Iman, Panjangkan Ilmu dan Lebarkan Amal
[20:46, 3/9/2020] Ridwan Abadi: OYC menjadi salah satu media menempa kapasitas agar terus bertumbuh
[20:46, 3/9/2020] Ridwan Abadi: dalam setahun pembinaan di OYC sahabat seklian akan di tempa untuk meningkatkan Iman, memanjangkan Ilmu dan melebarkan Amal
[20:47, 3/9/2020] Ridwan Abadi: jadi siapa yang masih semangat untuk mengikuti OYC 4 tahun ini?
Pemateri :
Coach Ridwan Abadi Owner Sinergi Business Solution, Founder Sekolah Bisnis BOS, Founder Komunitas SBC, Founder Metode BRM
Tanggal : 09 Maret 2020
Waktu : 20.00 - 21.30
PERBESAR KAPASITAS
Saya sangat meyakini sukses itu adalah sebuah kapasitas, dan kita akan mendapatkan rizky sesuai kapasitas kita. Kapasitas bagi saya ibarat gelas dan rizki ibarat hujan. Allah memberi rizki kepada makhluknya di bumi sangat besar, namun ibarat hujan deras dan kita memiliki gelas yang terbuka, meski hujan mengalir deras yang masuk ke gelas kita hanya segelas. karena kapasitasnya menampung hujan hanya segelas, tapi kalau kapasitasnya seember, air yang masuk juga seember. Kalau satu kolam renang, yang masuk juga satu kolam renang. Jadi kuncinya ada di kapasitasnya. Jadi seberapa besar kapasitas kita?Contoh, seandainya si Budi adalah seorang office boy, gajinya pasti standart office boy. Ada manager yang bernama Andi sama-sama kerja ditempat yang sama, gajinya juga standart manager. Kira-kira kalau Budi disuruh jadi manager bisa gak? Kemungkinan besar tidak bisa karena kapasitasnya mungkin belum mampu. Tapi kalau Andi yang diturunkan pangkatnya menjadi office boy kira-kira bisa kerja tidak ya? Jawaban saya kemungkinan besar bisa, karena kapasitasnya sudah melebihi seorang office boy. Dan seandainya Andi mulai karir dari bawah lagi, dia akan cepat menjadi manager lagi karena kapasitas dia adalah sebagai manager. Itulah yang namanya kapasitas.
Jadi kuncinya jangan permasalahkan uang/rizki yang kita terima tapi mari perbesar kapasitas kita. Kalau uangnya belum banyak, jangan salahkan bisnisnya, tapi perbesar kapasitasnya. Bisnis Anda mungkin tidak bermasalah, tapi kapasitas Anda mungkin yang perlu diperbesar. Jadi jangan fokus seberapa besar uang yang didapat, tapi fokuslah untuk perbesar kapasitas.
Saya mencoba membuat rumus untuk mengukur kapasitas manusia. Semoga dengan rumus dan ilustrasi yang saya buat semoga sahabat sekalian bisa memahami prinsip SUKSES ADALAH KAPASITAS.
Kata kapasitas juga bisa bermakana Volume. Dan kita sering mendengan kata ini dalam ilmu matematika atau fisika. Jika kapasitas ini kita umpamakan sebuah benda, saya mencoba membaginya kedalam beberapa lapisan untuk lebih mudah memahaminya.
Lapis 1 : Dimensi Kapasitas
Di lapis pertama kapasitas ini kita akan membahas Dimensi Kapasitas Manusia. Dalam ilmu fisika, kapasitas sering diistilahkan volume. Dan rumus untuk menghitung volume : P x L x T. Anggaplah kapasitas dimensinya P x L x T. Ada sumbu Panjang, ada sumbu Lebar, ada sumbu Tinggi. Nah ini pertanyaannya, seberapa besar kapasitas kita? Kita lihat disini, Panjang, lebar dan tinggi itu apa?
Saya menterjemahkan manusia memiliki 3 dimensi kehidupan. Mind (pikiran), body (raga) dan soul (jiwa). Maka saya menterjemahkan dalam rumus kapasitas manusia bahwa panjang itu simbol pikiran kita, lebar simbol raga kita dan tinggi simbol jiwa kita.
Simbol yang pertama yaitu (P) panjang yang melambangkan pikiran. Yang membedakan manusia dengan binatang dan tumbuhan sebagai makhluk adalah kita memiliki akal. Di dimensi ini tersimpan yang namanya kecerdasan, dan kecerdasan seseorang akan membedakan kapasitas satu dengan yang lainnya. Untuk memperbesar kapasitas maka pikiran kita harus (p) Panjang.
Yang kedua simbol (L) lebar yang melambangkan raga. Dimensi raga ini adalah yang bisa dilihat secara fisik, yang kelihatan. Dalam raga inilah kita memiliki panca indra, tempatnya tindakan. Dan tindakan/action seseorang juga bisa membedakan kapasitas satu dengan yang lainnya. Untuk memperbesar kapasitas maka tindakan/action kita harus (L) Lebar.
Yang ketiga adalah simbol (T) tinggi yang melambangkan Jiwa. Keyakinan saya jiwa itu gak akan pernah lekang, gak akan pernah tua. Jiwa/Ruh kita sudah ada dari jaman dulu sampai kita mati, sampai kehidupan selanjutnya nanti itu ada, bahkan sebelum kita lahir sudah ada. Jiwa/Ruh kita sudah melewati beberapa masa / alam. Alam yang pertama adalah alam ruh, kedua alam kandungan, ketiga dunia, keempat alam kubur, kita mati dan akhirnya dihidupkan kembali di alam barzah atau alam akhirat, dan itu kekal. Namanya jiwa itu tidak akan mati. Dan dalam jiwa ini tempatnya keyakinan atau keimanan yang juga akan membedakan kapasitas manusia satu dengan yang lainnya.Untuk memperbesar kapasitas maka Iman/Keyakinan kita harus (T) Tinggi.
Ketiga dimensi ini butuh makan, masalahnya terkadang kita tidak memberi proporsi yang seimbang. Raga kita butuh makan sehari 2-3 kali, jika tidak dipenuhi pasti keroncongan,hehehe. Dan jika diberi makan yang sudah basi bisa sakit. Apalagi jika diberi makan racun, bisa mati raga kita. Begitu pula dengan pikiran. Pikiran kita juga butuh makan, tapi makanannya berbeda. Bukan lauk pauk seperti makanan raga kita setiap hari, makanan pikiran kita adalah ilmu. Oleh karena itu belajar hal-hal baru itu mutlak kita butuhkan, karena pikiran kita butuh makan.
Seperti raga, jika yang kita pelajari adalah ilmu yang sudah basi atau kurang baik maka pikiran kita juga bisa sakit. Apalagi jika kita beri ilmu yang negatif atau sesat, seperti racun maka pikiran kita juga bisa mati. Dan yang ketiga jiwa. Tidak jauh berbeda dengan raga dan pikiran, jiwa kita juga butuh makan. Apa ya makanan untuk jiwa? Makanannya adalah ibadah, spiritualitas. Jika kita jarang beribadah jiwa kita juga bisa sakit, apalagi jika tidak pernah beribadah, bisa mati jiwa kita. Untuk itu, ketiga dimensi diri kita, haruslah seimbang memberi makannya.
Lapis 2 : Dimensi Kerja
Di lapis kedua Kapasitas Manusia ini kita akan membahas tentang dimensi kerja. Dari tiga dimensi diri kita mencerminkan 3 jenis kerja. Mungkin ada dari kita yang merasa selama ini sudah kerja keras, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Tapi kenapa belum bisa sesukses orang lain. Jangan iri dulu, karena kita baru mengoptimalkan dimensi raga, yatu kerja keras.Masih ada kerja yang kedua. yaitu kerja cerdas dengan mengoptimalkan dimensi pikiran. Tidak cukup kerja keras saja, kita juga harus terus belajar agar tidak hanya menggunakan otot tapi juga menggunakan otak kita. Dan biasanya kerja cerdas lebih dihargai daripada kerja keras. Yuk terus belajar agar seimbang kerja keras kita dan kerja cerdas kita.
Tapi itu juga belum cukup sebenarnya dalam teori kapasitas, ada kerja yang ketiga yaitu kerja beruntung. Yes, kerja beruntung. Dengan mengoptimalkan dimensi ketiga yaitu jiwa yang didalamnya terdapat keimanan, kita bisa melengkapi kerja keras dan kerja cerdas dengan kerja beruntung. Keberuntungan seolah adalah hal yang tidak masuk akal, dan memang tidak masuk akal. Namanya saja beruntung, hehehe. Dan keberuntungan itu bisa diciptakan, berulangkali di Al Quran disebutkan tentang keberuntungan. Jika kita kerja melibatkan Tuhan, maka Insya Allah keberuntungan akan menyertai kita, oleh karena itu butuh keimanan yang tinggi. Saya menyaksikan sendiri di beberapa perusahaan coachee saya dimana mereka benar-benar mendapatkan keberuntungan dengan mengoptimalkan sumbu keimanan mereka kepada Allah.
Nah sekarang anda evaluasi, apakah anda sudah optimal di ketiga kerja ini atau masih ada satu atau dua kerja yang belum anda optimalkan. Yuk mulai memperbesar kapasitas kita dengan menyeimbangkan ketiga jenis kerja ini, kerja keras, kerja cerdas dan kerja beruntung.
Lapis 3 : Syarat Memperbesar Kapasitas
Nah bedanya kapasitas OB dengan Manager di perusahaan tadi juga bisa dilihat dari sini. Dari segi pikiran dan kecerdasan antara OB dan manager pasti beda sehingga kapasitasnya berbeda dan rizkinya pun mengikuti. Di lapis ketiga kapasitas manusia ini kita akan membahas syarat untuk memperbesar kapasitas manusia . Syarat untuk memperbear kapasitas maka ketiga sumbu kapasitas harus diperluas.
Sumbu Pertama adalah Pikiran. Pikiran adalah tempatnya ilmu dan tempatnya strategi. Jadi untuk memperbesar kapasitas kita, perlu ditingkatkan ilmu dan strategi yang kita miliki. Akan tetapi Jika kita hanya punya ilmu dan strategy apa kita bisa sukses? Mungkin bisa tetapi tidak optimal. Oleh karena itu kita butuh 2 sumbu lainnya, dan syaratnya untuk memperbesar kapasitas keilmuan kita dan agar menjadi lebih cerdas adalah “Open Mind” pikiran yang terbuka. Ibarat gelas, jika kita tutup atau penuh, maka sudah tidak mungkin diisi lagi. Maka harus dibuka dan dikosongkan agar bisa diisi. Kebanyakan masalah mereka yang tidak bisa memperbesar kapasitas adalah gelasnya ditutup atau tidak open mind, merasa sudah tau dan berilmu. Jadi penting untuk terus belajar, kewajiban belajar kita dari buaian sampai liang lahat.
Sumbu yang kedua adalah raga. Raga adalah tempatnya amal atau tindakan. Sebanyak apapun ilmu yang kita miliki jika tidak diamalkan rasanya kok sia-sia. Dan untuk memperbesar kapasitas kita maka harus ditingkatkan lagi tindakan/action kita. Sering kali kita terjebak dalam pengetahuan kita, semakin banyak tau malah semakin takut dan semakin ribet, kehilangan keberanian dan simplicity. Harusnya semakin banyak tau kita harus semakin bisa menyederhanakan. Karena indikasi seseorang tau adalah bisa menjelaskan dengan sederhana. Nah, jika sudah sederhana pasti tindakannya juga akan efektif. Terutama teman-teman yang dominan otak kirinya, biasanya agak lemah dalam hal action. Terlalu banyak mikir dan strategi. Anda harus belajar untuk menerima ketidaksempurnaan, dan mulailah langkah-langkah kecil meski awalnya tidak sempurna. Karena sempurna adalah proses. Dan untuk bisa beramal/action syaratnya fisiknya harus sehat. Oleh karena itu penting sekali anda menjaga kesehatan. Sering kali kita terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga kita melupakan urusan kesehatan. Apalah gunanya banyak uang jika kita sakit dan tidak bisa menikmatinya. Yuk perbanyak olahraga, makan makanan yang sehat dan seimbangkan hidup kita.
Sumbu yang ketiga adalah jiwa. Jiwa adalah tempatnya iman, tempatnya keyakinan. Meski kita sudah banyak ilmu dan banyak bertindak/action tapi jika kita tidak yakin maka hasilnya tidak akan optimal. Karena hanya dengan keyakinan kita akan bertindak dan berpikir besar. Hanya dengan keimanan yang tinggi kita akan yakin dengan apa yang kita rencanakan dan berani bertindak untuk mencapainya.
Tanpa iman kita hanya akan jalan ditempat. Dan sebaik-baiknya keyakinan atau iman adalah keyakinan atau iman yang digantungkan ke yang Maha Tinggi, yaitu Allah. Dan untuk memiliki keimanan dan keyakinan syaratnya menurut saya adalah mendapat hidayah. Dan hidayah ini adalah urusan Allah bukan urusan manusia. Tidak ada manusia yang bisa memberikan hidayah kepada seseorang, manusia hanyalah perantaranya saja. Saya juga tidak bisa memberi hidayah kepada anda, hanya Allah yang mampu. Siapa yang dipilih Allah untuk diberi hidayah kita tidak bisa menentukan. Sama belajarnya, sama gurunya, sama tindakannya kok bisa beda hasilnya, ya itulah uniknya hidayah. Perbanyaklah doa dan ibadah agar kita dipilih oleh Allah untuk dibukakan hatinya dan diberi hidayah didalamnya serta diberi keyakinan yang benar dalam jiwa kita.
Jadi syarat memperbesar kapasitas adalah menyeimbangkan ketiga sumbu dengan membuka pikiran kita agar kita bisa memiliki ilmu dan strategi, menjaga kesehatan raga kita agar kita terus bisa Action/bertindak serta memperbanyak doa dan ibadah agar diberikan hidayah oleh Allah sehingga kita memiliki keyakinan dan keberanian yang benar.
[20:44, 3/9/2020] Ridwan Abadi: itu 3 lapisan dari 7 lapis kapasitas...
masih panjang ya.
akan kita bahas next time ya
[20:45, 3/9/2020] Ridwan Abadi: sementara kita bahas dan fahami dulu 3 lapisan ini
[20:45, 3/9/2020] Ridwan Abadi: jadi jika kita ingin sukses, perbesarlah kapasitas
[20:45, 3/9/2020] Ridwan Abadi: terus tingkatkan Iman, Panjangkan Ilmu dan Lebarkan Amal
[20:46, 3/9/2020] Ridwan Abadi: OYC menjadi salah satu media menempa kapasitas agar terus bertumbuh
[20:46, 3/9/2020] Ridwan Abadi: dalam setahun pembinaan di OYC sahabat seklian akan di tempa untuk meningkatkan Iman, memanjangkan Ilmu dan melebarkan Amal
[20:47, 3/9/2020] Ridwan Abadi: jadi siapa yang masih semangat untuk mengikuti OYC 4 tahun ini?




