Snack Box

Kulwa 4 - Added Value di Masa Virus Corona

Kuliah WhatsApp 4 Kandidat OYC 4

Pemateri :
Rinaldy Anantadira Owner Seblak Asgar

Tanggal : 19 Maret 2020
Waktu : 20.00 - 21.30

Added Value di Masa Virus Corona


Added Value yang bisa kita berikan kepada Konsumen adalah kebutuhan konsumen, kalau saat ini Konsumen sedang butuh Jaminan kebersihan dari kita, maka berikan, buat Konsumen merasa nyaman.

Contoh : tadi siang saya memantau keadaan Outlet saya di sebuah mall di Jogja, pada saat mau masuk saya sendiri diCek menggunakan Termometer infrared, artinya seluruh pengunjung yang masuk ke Mall itu dicek secara kesehatan. Dan itu merasa saya merasa nyaman, saya berada di sekitar yang kesehatannya dijaga, walaupun sebenernya tidak ada jaminan juga.

Berikutnya begitu masuk disetiap eskalator, ada petugas yang selalu membersihkan pegangan eskalator dan daerah sekitarnya. Begitu juga didalam lift sudah ada orang yang menjaga atau bertugas menjaga dan menjalankan lift tersebut. Untuk apa Pihak Mall memberikan petugas tersebut? Cuma satu, memberikan KENYAMANAN dan itu merupakan Nilai tambah yang bagus 👍🏼

Pertanyaan
Jika kita memborbardir (iklan) added value produk dengan tema yang sejalan dengan krisis saat ini, apa nggak seperti menumpang di situasi yang galau? Minta sarannya
Jawaban
Iklan yang digunakan untuk mengkomunikasikan added value seperti isu social distance saat ini, dikemas dalam copywriting jika dapat dipertanggung-jawabkan itu tidak masalah. Seperti halnya layanan masyarakat, informasi-informasi yang ingin didapatkan oleh konsumen kita dalam menghadapi keadaan saat ini ... itu baik, menurut saya. Tetapi memang harus bisa dipertanggung-jawabkan ... yang penting itu, jangan sampai menjadi bumerang produk kita.

The Power of Niat

Saya memulai usaha sejak tahun 2014 di Jogja bukan dari sebuah Resto, Outlet ataupun Warung. Saya memulai Usaha dari Tahap Gerobak

Sayapun pernah menjual Minuman kekinian seperti ini laku tetapi kurang Toyib karena terbut dari Soda dan Nutrisari (minuman tidak sehat)

Yang harus disiapkan teman-teman Calon OYC4 dalam menghadapi kelas ini adalah persiapkan Dream yang Besar. Anggap saja kita sedang menyampaikan DREAM kita, DREAM nya orang Miskin dihadapan Allah agar diberikan Keberhasilan diDunia dan Akhirat.

Dream ini harus kita kuatkan dengan Ikhtiar Lillahi ta'ala, semua karena Allah SWT.

Kenapa kita harus memiliki Dreamnya Orang Miskin? Karena DREAM-nya orang Miskin itu lebih besar dibanding DREAM-nya orang Kaya.

Karena bahaya kalau kita dihadapan Allah datang merasa sebagai Orang Mampu, karena kita harus membuang seluruh kesombongan yang ada didalam diri kita.

DREAM akan membuat kita lebih percaya diri. Apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi Hormon2. Karena Allah akan memberikan apa yang menjadi prasangka hamba-Nya. Kalau DREAM komunitas SBC sendiri adalah Menularkan SUKSES & BERKAH.

Kalau Sudah Sukses & Berkah, jangan lupa dibagi-bagikan kepada orang sekitar kita. Karena kalau anda Sukses Sendirian itu tandanya Anda belum Sukses dan belum Berkah.




Modal saya pada saat memulai usaha adalah Niat, Niat hanya mencari rejeki saja.
Pada saat saya memulai saya belum mengenal SBC saya belum mengerti apa itu yg namanya Visi, Misi, ataupun BIG DREAM. Belum tau untuk apa tujuan berbisnis, akan dikemanakan hasil Bisnisnya. 

Buat seorang pedagang Seblak Gerobakan, mempunyai outlet di mall ataupun mempunyai Management yang lengkap seperti saat ini merupakan hal yg tidak masuk akal pada saat saya memulai usaha saat itu.

Apakah Target itu tidak penting? Target itu sangat penting, karena Target saya jadikan pos-pos dalam mencapai Mimpi saya.

Yang ketiga, saya banyak sekali kehilangan Dream saya pada saat saya lulus kuliah, saya kuliah sacara tekun selama 6 tahun😄

Saya kehilangan Mimpi bekerja di tempat-tempat impian saya, seperti di Perbankan, Statsiun TV, bahkan jabatan dalam kantor pada saat itu.

Tetapi kegagalan dalam mimpi selalu saya syukuri karena saya percaya Allah mempunyai rencana yang lebih indah buat saya selain mimpi-mimpi saya itu.

Mungkin kalau pada saat itu mimpi saya terkabulkan sebagai seorang Banker atau Senior Creative saya tidak akan menjadi saat ini, dan saya sangat bersyukur dengan keadaan saya saat ini. Apapun yang Allah tetapkan kepada saya.

Kita juga jangan pernah merasa DREAM kita sudah tercapai

13 Pintu Rezeki

Ternyata di SBC saya juga diajari cara menjemput Rejeki dan cara didatangkan rejeki☺ nah asik banget., dan itu asik banget.

Karena sesungguhnya berdagang itu ada diurutan ke 12 dalam mendatangkan Rezeki. Alhamdulillah saat ini kita sama-sama saling dukung dalam mengembangkan Produk masing-masing.

Kekuatan kita di sini bukan hanya bukan di Produk, Services dan Quality tetapi juga Kekuatan Silaturahim, karena kekuatan Silaturahim ini sifatnya sungguh Luar Biasa.




Saya mengutip dari beberapa sumber, mendapatkan catatan bahwa ada 13 Pintu Rezeki, tetapi yang biasa kita lakukan diawal adalah memulai dengan memiliki berbagai Usaha, dan itu ternyata itu terbalik. Ternyata berdagang yang kita anggap hal utama dalam mendatangi Rezeki, ternyata ada diurutan hampir terakhir.

Yang pertama harus kita lakukan adalah : Perbaiki Hubungan kita dengan Maha Pemberi Rezeki dulu, yaitu Allah SWT. Bagaimana kita mau mendapat Rezeki kalau urusan kita dengan Sang Pemberi Rezeki belum benar-benar selesai.

Contoh mengecilkan Pemberian Allah :
"ah saya mah rejekinya segini-gini aja",
"saya cukup segini aja rejekinya, segini aja saya sudah pusing.."☺
Jangan pernah merasa tidak mampu kalau kita selalu bareng sama Allah SWT.

Yang kedua kita harus mendapat ACC/Rekomendasi/Ridho nya Orang tua.

4 Pilar Spiritual

Mulai dari memperbaiki hubungan dengan Allah terlebih dahulu, selanjutnya dengan Orang Tua, kemudian Istri, dan akhirnya ke Saudara/ Tetangga.

Pertanyaan
Assalamualaikum pak Aldy Ananta, perkenalkan saya Firman, saya punya usaha kuliner sama istri yaitu produk donat jepang dan snack2 lain serta ada juga makanan berat ayam lalapan dan ayam steak. Saya jualan di depan rumah kontrakan dengan booth dan ada meja kursi 2 biji buat tempat pembeli tunggu orderan atau kalo ada yang mau makan di tempat. Saya dan istri punya mimpi besar pak seandainya suatu saat saya bisa punya resto / mungkin cafe yang besar dengan produk2 saya saat ini dan punya cabang dimana-mana. Tapi dengan penjualan saya saat ini dan sangat keterbatasan modal, pasti ada rasa ragu apakah saya bisa mencapai mimpi saya itu dan kapan hal itu akan terealisasi. Saya yakin memang tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini kalau Allah sudah berkehendak, tapi sekali lagi dengan kondisi yang ada saat ini, masih ada sedikit perasaan ragu. Mohon sarannya pak Aldy Ananta, bagaimana caranya / apa yang harus saya lakukan agar saya bisa mewujudkan mimpi saya pak. Terima kasih.
Jawaban
Yang pertama, mempunyai MIMPI besar yaitu memiliki Resto atau Kafe itu ... menurut saya adalah masuk akal. Insya Allah setiap pebisnis yang mempunyai visi misi akan mencapainya pada saat Allah sudah menentukan. Jadi kalau misalkan sesuatu mimpi yang bisa dicapai dalam waktu dekat seperti sebulan, dua bulan atau bahkan setahun itu bukan mimpi. Ya hanya target-target saja, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa target itu sangat penting. Memang harus ada target dalam 6 bulan per semester sehingga kita mempunyai pos-pos untuk mencapai mimpi itu. Kita akan lebih menikmati proses mencapai mimpi tersebut.
Semoga selalu semangat meraih mimpi, karena mimpi itu terwujud atau tidaknya adalah hak-Nya Allah SWT. Kita hanya bisa berikhtiar dan selalu mencari perhatian Allah sehingga mimpi tersebut diwujudkan-Nya.
Tetapi kalau menurut Allah, mimpi tersebut tidak baik untuk kita, maka jangan menjauh dari Allah. Kita harus lebih mendekatkan diri dan meminta yang terbaik, atau mimpi kita yang terbaik. 

Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang selalu memikirkan kesulitan orang lain, artinya kesulitan orang lain di sini adalah konsumen kita atau target market kita. Bagaimana mereka mengalami kesulitan itu dan kita dapat memikirkan apa yang bisa menjadi solusi dari masalah konsumen kita tersebut.

Kalau untuk pembuatan manajemen. Pemimpin yang baik adalah yang dapat menciptakan pemimpin baru. Kalau kita belum bisa menciptakan pemimpin yang baru, artinya harus banyak yang harus dipelajari dari diri kita dalam hal memimpin manajemen. 

Sehingga DREAM kita dapat membuat dorongan saudara-saudara kita dalam mencapai mimpi-mimpinya.

DREAM yang sukses berkah adalah dream yang bisa menciptakan dream-dream lainnya.

Tetap semangat dan selalu bahagia.
Wassalamu'alaikum wr wb

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

HPK TARUH DISINI

Iklan Bawah Artikel