Snack Box

Kulwa 3 - Mindset Tepat, Bisnis Naik Kelas

BETAPA PENTINGNYA MINDSET SEBAGAI PONDASI BISNIS

Kuliah WhatsApp Grup Kandidat OYC 4

Pemateri : Tri Endro Prasetyo Owner DeGarmen Indonesia

Tanggal : 17 Maret 2020
Waktu : 20.00 - 21.30


Jika kita perhatikan, dimanapun kita mau belajar bisnis, baik itu di kelas workshop,buku maupun berupa seminar dll, selalu membahas MINDSET sebagai pembuka. Bab pertama bukanlah membahas teknik, tetapi membahas mindset.

Para guru/mentor akan selalu mengatakan bahwa mindset adalah segala-galanya. Maka dari itulah mereka selalu menempatkan mindset pada bab pertama.

Ketika dalam sebuah seminar, ada peserta yang bertanya kepada saya.
Mana yang benar, mensetting mindset dulu baru berbisnis, atau berbisnis dulu untuk mencetak mindset.

Dengan tegas saya menjawab: Jangan ngomongin bisnis dulu kalau mindsetnya belum benar. Daripada salah semua nanti akhirnya. Seperti itulah betapa pentingnya mindset, sehingga para mentor selalu meletakkan hal ini pada halaman-halaman pertama.

Dengan mindset yang tepat, maka Anda akan menjalankan bisnis dengan tepat juga.

Sebaliknya, jika mindset Anda masih kurang tepat, ujung-ujungnya bisnis Anda akan selalu kurang tepat. Banyak sekali contoh-contoh dimana mindset kita sebagai pebisnis masih banyak yang salah atau terbalik. Karena kesalahan mindset tersebut, membuat bisnis kita sendiri berjalan tidak maksimal.

Apalagi kita sebagai seorang muslim, dalam sebuah bisnis  => Bukan berbicara untung rugi tapi ada surga neraka


Dalam meraih IMPIAN ada
Niat
Motivasi
Visi&Misi

Mindset Pedagang dan PENGUSAHA

Kalo pedagang

  • Semua masih dikerjakan sendiri. 
  • Self Employe
  • Jualan Sendiri
  • Follow up Sendiri
  • Belanja Sendiri
  • Packing Sendiri
  • Kirim kirim Sendiri
  • Buka Toko atau warung sendiri
  • Pokok nya semua dilakukan sendiri
  • Karena pedagang atau pengusaha kelas dasar ini tingkat keyakinan bisnisnya masih lemah.
  • Masih proses memulai.
  • Sumberdaya yang dimiliki masih terbatas.

Nah...
Pengusaha di Level 2 atau menengah ini
Mulai keteteran dengan Bisnisnya.
Omzet nya mulai bertumbuh
Pekerjaannya mulai banyak

Untuk itu dia
Mulai membutuhkan Tenaga Orang Lain (TOL)


Pengusaha Level 2 ini
Jika dalam perusahaan Selevel Manager....

Mulai belajar memanage Orang lain
Dan Mulai Belajar Mendelegasikan Tugas Tugasnya


Walau pengusaha level 2 ini sudah punya team dan karyawan..
Namun.
Biasanya dia masih ikut berkecimpung bahkan turun tangan menghandle bisnisnya sendiri.

Karena tingkat kepercayaan sama team nya masih lemah..

Disinilah perlunya mengasah mental dan kemampuan Leadershipnya


Jadi, Pengusaha Level 2 ini
Sudah mulai muncul keberanian merekrut karyawan dan memperkerjakanya...

Tandanya perusahaan anda mulai Bertumbuh.....

Pada Masanya Kerja Tak Mengandalkan Raga Sendiri
TOL. Berdayakan Tenaga orang Lain
WOL. Manfaatkan Waktu Orang Lain
UOL. Gunakan Uang Orang Lain

Dengan prinsip
Win Win
Saling Menang dan Memberi Manfaat.


Contohnya
Orang yang punya Toko
Tapi dia masih ikut nongkrongin tokonya.

Dia takut kehilangan omzet
Dan masih belum percaya penuh sama karyawan.
Baik Attitude maupun kapasitasnya ....


Nah
Problemnya nanti
Jika omzet makin banyak
Kebutuhan Inventory makin banyak
Pengusaha level 2 ini akan menemukan banyak masalah.
Jika tak mampu mengelola keuanganya.

Saran saya
Keuntungan yang anda dapatkan putar kembali dalam bentuk aset persediaan barang.

Jangan buru buru dimanfaatkan buat kepentingan pribadi.
Supaya Bisnis kita bisa naik kelas ...😁

Jika Omset makin naik
Anda akan mendapatkan banyak masalah mengenai
Misal dalam Jalur Distribusi yang mulai muncul kemacetan pengadaan barang.
Sering terjadinya kekosongan barang.
Permodalan yang kurang.
Biasanya sumber masalahnya
Tak mampu memisahkan keuangan perusahaan dan pribadi.

Ada beberapa yang perlu dipersiapkan beberapa hal jika anda mau naik level berikutnya...

1. Investasi
Masukan Semua Keuntungan anda dalam Inventory.
Jika Tidak keuntungan hanya ada di atas kertas.
Kita tidak bisa mengambil keuntungan itu dalam bentuk profit.
Jika tidak bisnis kita tak akan membesar.

2. Team
Mulailah membentuk dan mempersiapkan Team Penjualan khusus.
Karena apa....
Misal Untuk menjual 10 kaos cukup 1 agen/outlet.
Jika 1.000 kaos berarti butuh 100 agen/outlet.
Kita harus punya team buat mengelola outlet-outlet itu tadi.
Tentunya standarnya sama. Bisa jadi persiapkan pabrik kecil supaya kwalitas produk nya sama


Bagaimana dengan model bisnis yang lain ... Bapak/ibu yang lebih paham tentunya ...

Kita tak cukup mengandalkan diri sendiri, jika mau meningkatkan omzet.
Pasti akan melibatkan banyak orang

Karena omzet 1 Juta Perhari dan 10 Juta Per Hari Apalagi 100 Juta Perhari.

Ujian dan Tantanganya pasti beda.

Ibarat ngomong ujian silat, ujian smakin tinggi levelnya.
Tingkat kesulitannya juga makin tinggi. Jangan Gunakan Ilmu level 1 untuk di level 2 ini.

Dan Jangan Gunakan Ilmu 2 untuk Naik Level berikutnya...

 3. Pencatatan Transaksi
Anda Juga Harus mulai mempersiapkan Accounting
Pelajari bagaimana cara uang bekerja...

Yang mana accounting ini yang mengurus
Cashflow usaha
Hutang Piutang

Jika sudah bisa diukur
Anda akan bisa mengatur
Dan akan punya data kapan saatnya buka cabang.
Kapan saatnya butuh suntikan modal dari pihak investor

4. Keuangan
Selain Accounting
Siapkan juga Divisi Finance..
Yang mana divisi ini akan membantu merencanakan bisnis kita.
Merancang keuangan.
Merencanakan Omzet dan Pembukaan Cabang baru.
Dilihat dari Laporan Accounting

Divisi finance ini sangat penting
Karena memastikan bisnis anda tak kehausan alias kekeringan cash flow.

Jangan sampe buka Cabang tanpa hitung2 an matang.
Justru bukanya menambah omzet.
Namun bisa malah merugi dan melahirkan biaya.

Hanya yang mengalami yang bisa merasakan 🤭


5. Produksi dan Inventory
Bagian produksi/Pengadaan Barang.
Jangan sampai pasar dalam bisnis anda meminta tapi anda tak mampu memenuhi kebutuhan.
Gandenglah partner jika tak memungkinkan anda lakukan.

6. Administrasi
Pekerjaan nya memastikan bisnis kita punya legalitas usaha.
Jangan sampe dijiplak orang lain.
Buatlah SIUP dll nya

7. Riset dan Development
Jangan sampe produk dan bisnis kita tak punya inovasi.

Produk ada masanya.
Temukan produk baru dalam bisnis anda.
Buka lah Bisnis Baru dalam bisnis anda.
Jika produk kita tak laku di pasaran segera ditarik dan ganti dg produk baru.
Jangan mudah jatuh cinta sama produk dan bisnis anda.
Karena dunia dan iklim bisnis akan terus berubah.


Ketika di level 2, kita tak bisa mempersiapkan 7 hal di atas
Jangan berharap kita akan naik level berikutnya.

Jika pelajaran dan ujian di level 2 sudah membuat kita pusing.
Bagaiman dengan ujian dan level berikutnya...😎

Iklan Atas

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

HPK TARUH DISINI

Iklan Bawah Artikel